ShoutMix chat widget

Rabu, 25 November 2009

Perintah - Perintah Command Prompt Di Windows XP

MS-DOS

MS-DOS adalah singkatan dari Microsoft Disk Operating System, yaitu Sistem Operasi berbasis baris-perintah (command-line) yang digunakan pada PC. Seperti sistem operasi lain contohnya OS/2, ia menterjemahkan input dari keyboard menjadi pekerjaan yang dapat dilakukan oleh komputer, ia juga dapat menangani pekerjaan seperti input dan output pada disket atau harddisk, dukungan video, kontrol keyboard , dan banyak lagi fungsi-fungsi internal lainnya yang berkaitan dengan eksekusi sebuah program dan pemeliharaan file. Perintah MS-DOS diketikkan dalam sebuah jendela yang disebut Command Prompt Window. Untuk keluar dari MS-DOS, ketik exit dalam jendela tersebut yaitu pada kursor yang berkedipkedip.

MS-DOS Mode adalah sebuah shell dimana lingkungan MS-DOS di-emulasikan dalam Sistem Operasi 32-bit, seperti Windows. Program berbasis MS-DOS dapat berjalan di Windows dan biasanya ia membuat sebuah file yang disebut Program Information File (PIF) yang muncul sebagai shortcut di desktop anda. Untuk membuka jendela Command Prompt, klik Start, pilih All Programs, pilih Accessories, dan kemudian klik Command Prompt.

Perintah-Perintah Internal MS-DOS / Command Prompt

Berikut ini adalah daftar perintah-perintah command prompt yang ada pada MS-DOS mode di Windows XP. Untuk informasi lebih spesifik mengenai suatu perintah, ketik HELP namaperintah di jendela Command Prompt.

ASSOC
Menampilkan atau mengubah asosiasi ekstensi file.

AT
Menjadwalkan perintah dan program agar berjalan di komputer pada waktu tertentu.

ATTRIB
Menampilkan atau mengubah atribut suatu file.

BREAK
Mengatur atau menghilangkan pemeriksaan extended CTRL+C.

CACLS
Menampilkan atau mengubah daftar kontrol akses (ACLs) dari files.

CALL
Memanggil sebuah program batch dari program batch yang lain.

CD / CHDIR
Menampilkan nama atau mengubah direktori sekarang.

CHCP
Menampilkan atau mengubah nomor active code page.

CHKDSK
Memeriksa sebuah disket/harddisk dan menampilkan laporan status disket/harddisk
tersebut.

CHKNTFS
Menampilkan atau mengubah proses pemeriksaan disket pada saat booting.

CLS
Menghapus layar jendela command prompt.

CMD
Menjalankan interpreter perintah Windows yang baru.

COLOR
Mengubah warna teks dan latar pada command prompt.

COMP
Membandingkan isi dari dua atau beberapa file.

COMPACT
Menampilkan atau mengubah kompresi file pada partisi NTFS.

CONVERT
Mengkonversi FAT ke NTFS. Anda tidak dapat mengkonversi drive yang sedang aktif.

COPY
Menyalin satu atau beberapa file ke lokasi lain.

DATE
Menampilkan atau mengubah tanggal.

DEL / ERASE
Menghapus satu atau beberapa file.

DIR
Menampilkan daftar file dan subdirektori dalam sebuah direktori.

DISKCOMP
Membandingkan isi dari dua buah disket.

DISKCOPY
Menyalin isi dari satu disket ke disket lain.

DOSKEY
Mengedit baris perintah, memanggil kembali perintah Windows, dan membuat macro.

ECHO
Menampilkan pesan, atau mengubah command echoing on atau off.

ENDLOCAL
Mengakhiri lokalisasi dan perubahan environment pada sebuah batch file..

EXIT
Keluar dari program CMD.EXE dan menutup jendela command prompt.

FC
Membandingkan dua atau beberapa file, dan Menampilkan perbedaan file-file tersebut.

FIND
Mencari string teks dalam sebuah file atau beberapa file.

FINDSTR
Mencari string dalam file.

FOR
Menjalankan perintah yang spesifik untuk masing-masing file dalam sekumpulan file.

FORMAT
Mem-Format sebuah hardisk/disket untuk digunakan di Windows.

FTYPE
Menampilkan atau mengubah tipe file yang digunakan dalam asosiasi ekstensi file.

GOTO
Mengarahkan Windows command interpreter ke baris yang berlabel dalam sebuah program batch.

GRAFTABL
Memperbolehkan Windows untuk menampilkan sekumpulan karakter extended dalam mode grafik.

HELP
Menyediakan informasi bantuan untuk perintah-perintah Windows.
IF
Menjalankan pemrosesan kondisional dalam program batch.

LABEL
Membuat, mengubah, atau menghapus volume label dari sebuah disket/harddisk.

MD / MKDIR
Membuat direktori.

MODE
Mengkonfigurasi alat yang ada pada sistem.

MORE
Menampilkan hasil perlayar.

MOVE
Memindahkan satu atau beberapa file dari satu direktori ke direktori yang lain.

PATH
Menampilkan atau mengatur path pencarian untuk executable files.

PAUSE
Menunda pemrosesan dari sebuah batch file dan menampilkan pesan.

POPD
Mengembalikan nilai sebelumnya dari direktori sekarang yang disimpan oleh PUSH.

PRINT
Mencetak file teks.

PROMPT
Mengubah command prompt Windows.

PUSHD
Menyimpan direktori sekarang kemudian mengubahnya.

RD /RMDIR
Menghapus direktori.

RECOVER
Mengembalikan informasi yang masih dapat dibaca dari sebuah disket/harddisk yang sudah bad/rusak.

REM
Menulis komentar dalam batch files atau CONFIG.SYS.

REN / RENAME
Mengubah nama file.

REPLACE
Mengganti file.

SET
Menampilkan, mengatur, atau menghapus variabel lingkungan Windows.

SETLOCAL
Memulai lokalisasi dari perubahan lingkungan dalam sebuah batch file.

SHIFT
Menggeser posisi parameter yang dapat diganti dalam sebuah batch files.

SORT
Menyortir input.

START
Membuka jendela baru untuk menjalankan perintah atau program yang spesifik.

SUBST
Membuat virtual drive dari sebuah direktori.

TIME
Menampilkan atau mengatur waktu sistem.

TITLE
Mengatur judul untuk jendela command prompt yang aktif.

TREE
Menampilkan secara grafis struktur direktori dari sebuah drive atau path.

TYPE
Menampilkan isi dari sebuah file teks.

VER
Menampilkan versi Windows yang anda gunakan.

VERIFY
Memberitahu Windows untuk memeriksa apakah file anda telah disimpan secara benar dalam disket/harddisk.

VOL
Menampilkan nomor serial dan volume label dari sebuah harddisk/disket.

XCOPY
Menyalin file serta pohon direktori.


Maaf ya para pembaca kalau penulis ada salah - salah kata atau ada yang kurang jelas. Selamat mencoba…………………..



By Create : Achmad Fauzie (TKJ 5)


Sumber : Google

Pengertian Subnetmask, Geteway dan DNS

Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.

Sebuah subnet mask biasanya diekspresikan di dalam notasi desimal bertitik (dotted decimal notation), seperti halnya alamat IP. Setelah semua bit diset sebagai bagian network identifier dan host identifier, hasil nilai 32-bit tersebut akan dikonversikan ke notasi desimal bertitik. Perlu dicatat, bahwa meskipun direpresentasikan sebagai notasi desimal bertitik, subnet mask bukanlah sebuah alamat IP.

Subnet mask default dibuat berdasarkan kelas-kelas alamat IP dan digunakan di dalam jaringan TCP/IP yang tidak dibagi ke alam beberapa subnet. Tabel di bawah ini menyebutkan beberapa subnet mask default dengan menggunakan notasi desimal bertitik.

Gateway adalah komputer yang memiliki minimal 2 buah network interface untuk menghubungkan 2 buah jaringan atau lebih. Di Internet suatu alamat bisa ditempuh lewat gateway-gateway yang memberikan jalan/rute ke arah mana yang harus dilalui supaya paket data sampai ke tujuan. Kebanyakan gateway menjalankan routing daemon (program yang meng-update secara dinamis tabel routing). Karena itu gateway juga biasanya berfungsi sebagai router. Gateway/router bisa berbentuk Router box seperti yang di produksi Cisco, 3COM, dll atau bisa juga berupa komputer yang menjalankan Network Operating System plus routing daemon. Misalkan PC yang dipasang Unix FreeBSD dan menjalankan program Routed atau Gated. Namun dalam pemakaian Natd, routing daemon tidak perlu dijalankan, jadi cukup dipasang gateway saja.

Karena gateway/router mengatur lalu lintas paket data antar jaringan, maka di dalamnya bisa dipasangi mekanisme pembatasan atau pengamanan (filtering) paket-paket data. Mekanisme ini disebut Firewall.
Sebenarnya Firewall adalah suatu program yang dijalankan di gateway/router yang bertugas memeriksa setiap paket data yang lewat kemudian membandingkannya dengan rule yang diterapkan dan akhirnya memutuskan apakah paket data tersebut boleh diteruskan atau ditolak. Tujuan dasarnya adalah sebagai security yang melindungi jaringan internal dari ancaman dari luar. Namun dalam tulisan ini Firewall digunakan sebagai basis untuk menjalankan Network Address Translation (NAT).

Dalam FreeBSD, program yang dijalankan sebagai Firewall adalah ipfw. Sebelum dapat menjalankan ipfw, kernel GENERIC harus dimodifikasi supaya mendukung fungsi firewall. Ipfw mengatur lalu lintas paket data berdasarkan IP asal, IP tujuan, nomor port, dan jenis protocol. Untuk menjalankan NAT, option IPDIVERT harus diaktifkan dalam kernel.

DIVERT (mekanisme diversi paket kernel)
Socket divert sebenarnya sama saja dengan socket IP biasa, kecuali bahwa socket divert bisa di bind ke port divert khusus lewat bind system call. IP address dalam bind tidak diperhatikan, hanya nomor port-nya yang diperhatikan. Sebuah socket divert yang dibind ke port divert akan menerima semua paket yang didiversikan pada port tersebut oleh mekanisme di kernel yang dijalankan oleh implementasi filtering dan program ipfw. Mekanisme ini yang dimanfaatkan nantinya oleh Network Address Translator.


Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.

DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.


Maaf ya para pembaca kalau penulis ada salah - salah kata atau ada yang kurang jelas………



By Create : Achmad Fauzie (TKJ 5)


Sumber : Google

Selasa, 24 November 2009

Instalasi Kabel UTP Cat 5e

Dalam pemasangan jaringan wired kita pastinya membuthkan kabel. Kabel yang biasa digunakan dalam pemasangan jaringan LAN adalah kabel UTP cat 5e. Dalam penggunaannya, kabel UTP dapat dibuat menjadi 2 jenis, yaitu Straight-trough dan Crossover. Sebelum kita memulai instalasi kabel, kita pelajari beberapa seluk beluk tentang kabel UTP Cat 5e.

Ada dua standarisasi pemasangan kabel UTP yaitu T568A dan T568B :



A. Kabel Straight-trough

Kabel ini digunakan untuk menghubungkan dua device yang berbeda sperti:

Komputer to HUB
Komputer to Switch
Switch to Router
HUB to Router

Pemasangan kabel ini dalam satu kabel menggunakan satu standar saja. Jika menggunakan T568A maka kedua ujungnya menggunakan T568A, begitu juga sebaliknya.



B. Kabel Crossover

Kabel ini digunkana untuk memasang dua device yang sama seperti :

Komputer to Komputer
HUB to HUB
Switch to Switch
HUB to Switch

Pemasangan kabel ini menggunakan dua standar dalam satu kabelnya. Jika ujung pertama menggunakan T568A maka ujung yang kedua menggunkan T568B.



C. Pemasangannya

1. Siapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan



- Kabel UTP Cat 5e (panjang sesuai kebutuhan)
- Konektor RJ45 (8 Buah untuk jaga-jaga jika gagal)
- Tang Crimping
- Fluke / Kabel tester

2. Potong kabel sesuai dengan kebutuhan

3. Kelupas jaket pelindung pada kabel kira-kira sekitar 2 cm (untuk latihan)



4. Pisahkan pilinan pada kabel sesuai dengan warnanya



5. Urutkan sesuai dengan standarisasi yang ada.



6. Potong secara rata jika kabel sudah diurutkan, sisakan sekitar 1,5cm



7. Masukkan kabel UTP ke dalam konektor RJ45. Pastikan urutan kabel benar, jaket pelindung masuk ke RJ45, dan semua kabel telah masuk sempurna hingga menyentuh pangkal RJ45)





8. Crimping konektor RJ45 beserta kabel tersebut dengan Tang Crimping





9. Lakukan pada ujung yang satunya. Gunakan Fluke atau Kabel Tester untuk menguji koneksi kabelnya.







Maaf ya para pembaca kalau penulis ada salah - salah kata atau ada yang kurang jelas. Selamat mencoba…………………..



By Create : Achmad Fauzie (TKJ 5)


Sumber : Google

Apa itu Fiber Optik

Fiber optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa fiber optik dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan kabel optik dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinar dalam jarak yang sangat jauh.

Bagian-bagian fiber optik


Core adalah kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik yang dimana pengiriman sinar dilakukan.
Cladding adalah materi yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti(core).
Buffer Coating adalah plastic pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan.

Jenis Fiber Optik

1. Single-mode fibers
Mempunyai inti yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nanometer)



2. Multi-mode fibers
Mempunyai inti yang lebih besar(berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300 nanometer)



Cara Kerja Fiber Optik



Sinar dalam fiber optik berjalan melalui inti dengan secara memantul dari cladding, dan hal ini disebut total internal reflection, karena cladding sama sekali tidak menyerap sinar dari inti. Akan tetapi dikarenakan ketidakmurnian kaca sinyal cahaya akan terdegradasi, ketahanan sinyal tergantung pada kemurnian kaca dan panjang gelombang sinyal.

Keuntungan Fiber Optik

Murah : jika dibandingkan dengan kabel tembaga dalam panjang yang sama.
Lebih tipis: mempunyai diameter yang lebih kecil daripada kabel tembaga.
Kapasitas lebih besar.
Sinyal degradasi lebih kecil.
Tidak mudah terbakar : tidak mengalirkan listrik.
Fleksibel.
Sinyal digital.

Bagaimana Fiber Optik Dibuat

Making a preform glass cylinder

Proses ini disebut modified chemical vapor deposition (MCVD).
Silikon dan germanium bereaksi dengan oksigen membentuk SiO2 dan GeO2.
SiO2 dan GeO2 menyatu dan membentuk kaca.
Proses ini dilakukan secara otomatis dan membutuhkan waktu beberapa jam.



Drawing the fiber from the preform

Setelah proses pertama selesai preform dimasukkan kedalam fiber drawing tower.
Kemudian dipanaskan 1900-2200 derajat celcius sampai meleleh.
Lelehan tersebut jatuh melewati laser mikrometer sehingga preform membentuk benang.
Dilakukan proses coating dan UV Curing.



Testing the Finished Optical Fiber


Tensile strength: harus mampu menahan 100.000 lb/inch2 atau lebih.
Refractive index profile : menghitung layar untuk pemantulan optik.
Fiber geometry : diameter Core, dimensi cladding, diameter cloating adalah seragam.
Attenuation : menghitung kekuatan sinyal dari berbagai panjang gelombang dan jarak.
Information carrying capacity : bandwith
Chromatic dispersion : penyebaran berbagai panjang gelombang sinar melalui core.
Operating temperature

Kabel Optik Yang Sering Digunakan

Distribution Cable



Indoor/Outdoor Tight Buffer



Indoor/Outdoor Breakout Cable



Aerial Cable/Self-Supporting




Hybrid & Composite Cable




Armored Cable



Low Smoke Zero Halogen (LSZH)




Maaf ya para pembaca kalau penulis ada salah - salah kata atau ada yang kurang jelas…………..



By Create : Achmad Fauzie (TKJ 5)



Sumber : WISNU HARYA PUTRA (http://web.si.its-sby.edu)

Type & Jenis Kabel UTP

Rasanya kurang lengkap, seperti “sayur tanpa garam”, kalo berbicara soal jaringan ngak menyentuh mengenai perkabelan, karena kita ketahui bahwa kabel merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam hal koneksi jaringan, berikut ini akan secara ringkas dijelaskan mengenai tipe dan jenis kabel yang biasa digunakan dalam sebuah jaringan .. meski sedikit dan ngak panjang lebar tapi mudah-mudahan dapat bermanfaat.
Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasinya yang berbeda, pengenalan tipe kabel. Ada dua jenis kabel yang dikenal secara umum,
1. UTP unshielded twisted pair,
2. STP shielded twisted pair
3. Coaxial cable.
Kategori untuk twisted pair yaitu (hingga saat ini), yaitu:



Pemberian kategori 1/2/3/4/5/6 merupakan kategori spesifikasi untuk masing-masing kabel tembaga dan juga untuk jack. Masing-masing merupakan seri revisi atas kualitas kabel, kualitas pembungkusan kabel (isolator) dan juga untuk kualitas “belitan” (twist) masing-masing pasang kabel. Selain itu juga untuk menentukan besaran frekuensi yang bisa lewat pada sarana kabel tersebut, dan juga kualitas isolator sehingga bisa mengurangi efek induksi antar kabel (noise bisa ditekan sedemikian rupa).

Perlu diperhatikan juga, spesifikasi antara CAT5 dan CAT5 enchanced mempunyai standar industri yang sama, namun pada CAT5e sudah dilengkapi dengan insulator untuk mengurangi efek induksi atau electromagnetic interference. Kabel CAT5e bisa digunakan untuk menghubungkan network hingga kecepatan 1Gbps.

Sedangkan untuk coaxial cable, dikenal dua jenis, yaitu thick coaxial cable (mempunyai diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).

Thick coaxial cable (Kabel Coaxial “gemuk”)
Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning; kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan cuman disebut sebagai yellow cable.
Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut:

• Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang lumayan lebar).
• Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated segments.
• Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).
• Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
• Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
• Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
• Setiap segment harus diberi ground.
• Jarang maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
• Jarang minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).

Thin coaxial cable (Kabel Coaxial “Kurus”)
Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet.

Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan Tconnector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut:

• Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
• Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
• Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices)
• Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
• Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment).
• Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
• Panjang minimum antar T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
• Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).
• Setiap segment maksimum mempunyai 30 perangkat terkoneksi.



UTP Cable (khususnya CAT5 / CAT5e)




Connector yang bisa digunakan untuk UTP Cable CAT5 adalah RJ-45. Untuk penggunaan koneksi komputer, dikenal 2 buah tipe penyambungan kabel UTP ini, yaitu straight cable dan crossover cable. Fungsi masing-masing jenis koneksi ini berbeda, straight cable digunakan untuk menghubungkan client ke hub/router, sedangkan crossover cable digunakan untuk menghubungkan client ke client atau dalam kasus tertentu digunakan untuk menghubungkan hub ke hub.


Maaf ya para pembaca kalau penulis ada salah - salah kata atau ada yang kurang jelas. Selamat mencoba…………………..


By Create : Achmad Fauzie (TKJ 5)



Sumber : Google. (gambar : dedenthea.worldpress.com)

Pengertian PING

PING
Sebagai contoh, ada 2 host yang berbeda network seperti gambar dibawah:

Host A -------------------- Lab A ------------------------ Host B

# (192.168.0.1)

(192.168.0.7) (192.168.10.3)

Ping (singkatan dari Packet Internet Groper) adalah sebuah program utilitas yang digunakan untuk memeriksa konektivitas jaringan berbasis teknologi Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP). Dengan menggunakan utilitas ini, dapat diuji apakah sebuah computer terhubung dengan komputer lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara mengirim sebuah paket kepada alamat IP yang hendak diujicoba konektivitasnya dan menunggu respons darinya. Nama "ping" datang dari sonar sebuah kapal selam yang sedang aktif, yang sering mengeluarkan
bunyi ping ketika menemukan sebuah objek.

Apabila utilitas ping menunjukkan hasil yang positif maka kedua komputer tersebut saling terhubung di dalam sebuah jaringan. Hasil statistik keadaan koneksi ditampilkan dibagian akhir. Kualitas koneksi dapat dilihat dari besarnya waktu pergi-pulang (roundtrip) dan besarnya jumlah paket yang hilang (packet loss). Semakin kecil kedua angka tersebut, semakin bagus kualitas koneksinya. (id.wikipedia.org)

Pada contoh ini, seorang user di Host A melakukan ping ke alamat IP
Host B. Mari kita cermati langkah demi langkah perjalanan datanya:

1. Internet Control Message Protocol (ICMP) menciptakan sebuah payload (data) pemintaan echo (di mana isinya hanya abjad di field data).

2. ICMP menyerahkan payload tersebut ke Internet Protocol (IP), yang lalu menciptakansebuah paket. Paling sedikit, paket ini berisi sebuah alamat asal IP, sebuah alamat tujuan IP, dan sebuah field protocol dengan nilai 01h (ingat bahwa Cisco suka menggunakan 0x di depan
karakter heksadesimal , jadi di router mungkin terlihat seperti 0x01). Semua itu memberitahukan kepada host penerima tentang kepada siapa host penerima harus menyerahkan payload ketika network tujuan telah dicapai pada contoh ini host menyerahkan payload kepada protocol ICMP.

3. Setelah paket dibuat, IP akan menentukan apakah alamat IP tujuan ada di network local atau network remote.

4. Karena IP menentukan bahwa ini adalah permintaan untuk network remote, maka paket perlu dikirimkan ke default gateway agar paket dapat di route ke network remote. Registry di Windows dibaca untuk mencari default gateway yang telah di konfigurasi.

5. Default gateway dari host 192.168.0.7 (Host A) dikonfigurasi ke 192.168.0.1. Untuk dapat mengirimkan paket ini ke default gateway, harus diketahui dulu alamat hardware dari interface Ethernet 0 dari router (yang dikonfigurasi dengan alamat IP 192.168.0.1tersebut) Mengapa demikian? Agar paket dapat diserahkan ke layer data link,lalu dienkapsulasi menjadi frame, dan dikirimkan ke interface router yang terhubung ke network 192.168.0.0. Host berkomunikasi hanya dengan alamat hardware pada LAN local. Penting untuk memahami bahwa Host A, agar dapat berkomunikasi dengan Host B, harus mengirimkan paket ke alamat MAC (alamat hardware) dari default gateway di network local.

6. Setelah itu, cache ARP dicek untuk melihat apakah alamat IP dari default gateway sudah pernah di resolved (diterjemahkan) ke sebuahalamat hardware:

* Jika sudah, paket akan diserahkan ke layer data link untuk dijadikan
frame (alamat hardaware dari host tujuan diserahkan bersama tersebut).
* Jika alamat hardware tidak tersedia di cache ARP dari host, sebuah broadcast ARP akan dikirimkan ke network local untuk mencari alamat hardware dari 192.168.0.1. Router melakukan respon pada permintaan tersebut dan menyerahkan alamat hardware dari Ethernet 0, dan host akan menyimpan (cache) alamat ini. Router juga akan melakukan cache alamat hardware dari host A di cache ARP nya.

7. Setelah paket dan alamat hardware tujuan diserahkan ke layer data link, maka driver LAN akan digunakan untuk menyediakan akses media melalui jenis LAN yang digunakan (pada contoh ini adalah Ethernet). Sebuah frame dibuat, dienkapsulasi dengan informasi pengendali. Di dalam frame ini alamat hardware dari host asal dan tujuan, dalam kasus ini juga ditambah dengan field EtherType yang menggambarkan protocol layer network apa yang menyerahkan paket tersebut ke layer data link dalam kasus ini, protocol itu adalah IP. Pada akhir dari frame itu terdapat sebuah field bernama Frame Check Sequence (FCS) yang menjadi tempat penyimpanan dari hasil perhitungan Cyclic Redundancy Check (CRC).

8. Setelah frame selesai dibuat, frame tersebut diserahkan ke layer Physical untuk ditempatkan di media fisik ( pada contoh ini adalah kabel twisted-pair )dalam bentuk bit-bit, yang dikirim saru per satu.
9. Semua alat di collision domain menerima bit-bit ini dan membuat frame dari bit-bit ini. Mereka masing-masing melakukan CRC dan mengecek jawaban di field FCS. Jika jawabannya tidak cocok, frame akan dibuang.

* Jika CRC cocok, maka alamat hardware tujuan akan di cek untuk melihat apakah alamat tersebut cocok juga (pada contoh ini, dicek apakah cocok dengan interface Ethernet 0 dari router).
* Jika alamat hardware cocok, maka field Ether-Type dicek untuk mencari protocol yang digunakan di layer Network.

1. Paket ditarik dari frame, dan apa yang tertinggal di frame akan dibuang. Paket lalu diserahkan ke protocol yang tercatat di field Ether-Type—pada contoh ini adalah IP.

2. IP menerima paket dan mengecek alamat tujuan IP. Karena alamat tujuan dari paket tidak sesuai dengan semua alamat yang dikonfigurasi di router penerima itu sendiri, maka router penerima akan melihat pada alamat IP network tujuan di routing tablenya.

3. Routing table harus memiliki sebuah entri di network 192.168.10.0, jika tidak paket akan dibuang dengan segera dan sebuah pesan ICMP akan dikirimkan kembali ke alamat pengirim dengan sebuah pesan “destination network unreachable” (network tujuan tidak tercapai).

4. Jika router menemukan sebuah entri untuk network tujuan di tabelnya, paket akan dialihkan ke interface keluar (exit interface)—pada contoh, interface keluar ini adalah interface Ethernet 1.

5. Router akan melakuakan pengalihan paket ke buffer Ethernet 1.

6. Buffer Ethernet 1 perlu mengetahui alamat hardware dari host tujuan dan pertama kali ia akan mengecek cache ARP-nya.

* Jika alamat hardware dari Host B sudah ditemukan, paket dan alamat hardware tersebut akan diserahkan ke layer data link untuk dibuat menjadi frame.
* Jika alamat hardware tidak pernah diterjemahkan atau di resolved oleh ARP (sehingga tidak dicatat di cache ARP), router akan mengirimkan sebuah permintaan ARP keluar dari interface E1 untuk alamat hardware 192.168.10.3.

Host B melakukan respon dengan alamat hardwarenya, dan paket beserta
alamat hardware tujuan akan dikirimkan ke layer data link untuk
dijadikan frame.



1. Layer data link membuat sebuah frame dengan alamat hardware tujuan dan asal , field Ether-Type, dan field FCS di akhir dari frame. Frame diserahkan ke layer Physical untuk dikirimkan keluar pada medium fisik dalam bentuk bit yang dikirimkan satu per satu.

2. Host B menerima frame dan segera melakuakan CRC. Jika hasil CRC sesuai dengan apa yang ada di field FCS, maka alamat hardware tujuan akan dicek. Jika alamat host juga cocok, field Ether-Type akan di cek untuk menentukan protocol yang akan diserahi paket tersebut di layer
Network—Pada contoh ini, protocol tersebut adalah IP.


Maaf ya para pembaca kalau penulis ada salah - salah kata atau ada yang kurang jelas……………….



By Create : Achmad Fauzie (TKJ 5)



Sumber : Google

Cara Me - Restore Data Atau Software Dengan NERO 8

Apliksai NERO 8
Tadi penulis sudah melakukan backup data/software. Sekarang penulis akan menerangkan bagaimana cara me – restore data/software dengan software NERO 8. Caranya sama seperti sebelum – sebelumnya, tidak susah kok kalau tidak mau mencobanya. Serang langsung saja ke materinya, berikut langkah – langkah me – restore data/software :
1. Double klik pada icon , Tunggu proses loading selesai , setelah itu klik icon dan cari
icon .

2. Setelah langkah – langkah pertama selesai, muncul tampilan awal untuk mem – backup. Untuk mem – backup cari kolom icon , dan untuk memulai backup klik icon . Sebagai berikut tampilannya :





3. Selanjutnya, setelah di klik icon restore wizard. Muncul tampilan awal untuk memulai mem – backup, kerika tampilan awal muncul klik next saja dan jika tideaik jadi untuk mem – backupnya klik cancel. Sebagai berikut tampilannya :




4. Selanjutnya, setelah itu akan muncul tampilan yang mununjukkan sumber untuk me – restore ambil dari mana. Di sana ada kotak backup name, setelah di isi nama backupnya, klik yang icon untuk mencari sumber data/software yang telah di backup. Setelah berhasil menemukan data/software yang telah di backup tadi, dan klik Ok. Sehabis itu ada lagi pilihan yang lainnya, yaitu Di sana ada tiga pilihan yang pertama restore on original path yang kedua restore on harddisk selected path dan yang ketiga restore on ftp selected path. Langsung saja pilih pilihan yang pertama yaitu pilih restore on original path, setelah di pilih lalu klik next. Sebagai berikut
tampilannya :






5. Selanjutnya, setelah memilih sumber untuk me – restore ambil dari mana. Akan muncul tampilan berikutnya yaitu tampilan yang mununjukkan data/software yang telah di backup berada di locak C; , di documents and settings, administrator dan di my document. Kalau sudah benar dan cocok klik next. Sebagai berikut tampilannya :




6. Selanjutnya, setelah semuanya di atur dengan benar dan baik. Maka muncul tampilan yang berikutnya yaitu tampilan yang menunjukkan bahwa me – restore data/software telah siap untuk melakukan restore, dan langsung saja klik restore. Sebagai berikut tampilannya :




7. Selanjutnya, setelah tadi di klik restore untuk melakukan restore data/software. Maka akan muncul tampilan berikutnya yaitu tampilan yang mununjukkan bahwa proses tersebut sedang proses me – restore data/software. Dan tunggu proses hingga selesai atau 100%. Sebagai berikut tampilan :




8. Selanjutnya, setelah proses restore data/software selesai. Muncul tampilan berikutnya yaitu tampilan yang menunjukkan bahwa me – restore data/software telah selesai, dan klik Ok. Sebagai berikut tampilannya :



9. Selanjutnya, setelah selesai me – restore data nya dan di klik Ok. Maka akan muncul tampilan berikutnya yaitu tampilan yang mununjukkan bahwa me – restore telah selesai, langsung saja klik finish. Sebagai berikut tampilannya :




10. Selesai dechhhhh me – restore data/software dengan software NERO 8……….



Maaf ya para pembaca kalau penulis ada salah - salah kata atau ada yang kurang jelas. Selamat mencoba…………………..




By Create : Achmad Fauzie (TKJ 5)

Rabu, 18 November 2009

Cara Mem – Backup Data Atau Software Dengan Software NERO 8



Apliksai NERO 8
Ukuran huruf


Untuk masalah mem – backup data/software tidaklah susah kalau mau menguasai bagaimana cara mem – backup. Software untuk masalah backup itu banyak sekali contohnya seperti Backup Utility (software bawaan dari windows), Norton Ghost, NERO (Versi Berapa Saja), dan lain – lain. Penulis akan membahas bagaimana cara mem – backup data/software dengan NERO 8. Tapi setidaknya untuk mem – backup harus sudah ada/sudah di install software NERO 8 nya, kalau belum download di internet dan Tanya sama bang Google. Berikut langkah – langkah mem – backup di bawah ini :

1. Double klik pada icon , Tunggu proses loading selesai , setelah itu klik icon dan cari
icon .



2. Setelah langkah – langkah pertama selesai, muncul tampilan awal untuk mem – backup. Untuk mem – backup cari kolom icon , dan untuk memulai backup klik icon . Sebagai berikut tampilannya :








3. Selanjutnya, setelah di klik icon backup wizard. Muncul tampilan awal untuk memulai mem – backup, kerika tampilan awal muncul klik next saja dan jika tideaik jadi untuk mem – backupnya klik cancel. Sebagai berikut tampilannya :









4. Selanjutnya, setelah itu akan muncul tampilan yang mununjukkan sumber untuk mem – backup ambil dari mana. Di sana ada dua pilihan yang pertama pilih files dan folder yang kedua gunakan evisting mem – backup. Langsung saja pilih pilihan yang pertama yaitu pilih files dan folder, setelah di pilih lalu klik next. Sebagai berikut tampilannya :





Rata Tengah


5. Selanjutnya, setelah memilih sumber untuk mem – backup ambil dari mana. Akan muncul tampilan berikutnya yaitu tampilan yang mununjukkan data/software mana yang harus di backup, contoh penulis ambil untuk mem – backup yaitu My Documents dan kalau sudah ada yang tepat untuk di backup tinggal di ceklis saja yang sudah tersedia. Lalu atur files/folder karena di sana ada dua yaitu pertama standard view dan kedua selected files view. Penulis pilih standards view, dan klik next untuk melanjutkan mam – backup. Sebagai berikut tampilannya :








6. Selanjutnya, setelah memilih bahan untuk di backup. Akan muncul tampilan yang berikutnya yaitu tampilan yang menunjukkan mensetting backup, artinya target/tempat penyimpanan untuk backup nanti di simpan dimana. Contoh, penulis simpan backup nya di c:/ yaitu di My Documents. Setelah itu backup type nya penulis pilih full backup, Jangan lupa di kasih nama backup nya contohnya penulis kasih nama backupnya Administrator dan yang utama yaitu pengaturan setting compress backup dengan cara klik icon , dan pilih compress data before backup lalu ceklis. Setelah itu setting compress nya dengan cara klik icon , pilih normal saja jangan terlalu tinggi berikut gambarnya : . dan setalah semuanya selesai di atur klik next. Sebagai berikut tampilannya :








7. Selanjutnya, setelah semuanya di atur dengan benar dan baik. Maka muncul tampilan yang berikutnya yaitu tampilan yang menunjukkan bahwa mem – backup data/software telah siap untuk melakukan backup, dan langsung saja klik Backup. Sebagai berikut tampilannya :








8. Selanjutnya, setelah tadi di klik Backup untuk melakukan backup data. Maka akan muncul tampilan berikutnya yaitu tampilan yang mununjukkan bahwa proses tersebut sedang copy bayangan, yang artinya sedang copy hanya bayangan saja dan setelah selesai copy bayangan selesai. Baru mulai copy dan backup yang yang benerannya. Sebagai berikut tampilan :









9. Selanjutnya, setelah proses copy bayangan selesai. Baru compressing dan copy data yang benerannya mulai. Tunggu saja sampai 100% / sampai selesai. Sebagai berikut tampilannya :








10. Selanjutnya, setelah menuggu – menunggu sampai jenggot kebakaran (ha 100x…..). akhirnya selesai juga mem – backup data nya dan klik Ok. Sebagai berikut tampilannya :








11. Selanjutnya, setelah selesai mem – backup data nya dan di klik Ok. Maka akan muncul tampilan berikutnya yaitu tampilan yang mununjukkan bahwa mem – backup telah selesai, langsung saj klik finish. Sebagai berikut tampilannya :








12. Selesai dechhhhh mem – backup data dengan software NERO 8……….







Maaf ya para pembaca kalau penulis ada salah - salah kata atau ada yang kurang jelas. Selamat mencoba…………………..













By Create : Achmad Fauzie (TKJ 5)