smadav antivirus indonesia

ShoutMix chat widget
Tampilkan postingan dengan label Tip Windows. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tip Windows. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Maret 2010

Sembunyikan Folder (Data) Penting Dengan Hide Folders



Terkadang kita mempunyai data-data penting yang tidak setiap orang boleh melihatnya, apalagi jika komputer dipakai bersama, maka masalah privasi kadang menjadi cukup penting. Meskipun windows telah menyediakan fasilitas folder lock tetapi fungsi ini masih banyak kelemahan ( kadang belum cukup )
Untuk mengatasi hal ini , kita bisa menggunakan software gratis untuk menyembunyikan file dan folder, Hide Folders.
Hide Folders merupakan program dengan tampilan yang sederhana dan sangat mudah digunakan. Kita tinggal menambahkan folder yang ingin di sembunyikan kedalam daftar yang tampil di Hide Folders. Begitu kita aktifkan menu (icon) Hide maka file dan folder tersebut akan “hilang” dari tampilan.
Meskipun sederhana, tetapi Hide Folders cukup ampuh. Folder-folder yang telah disembunyikan tidak dapat diakses, dilihat di cari (search) ataupun di hapus. Pengguna lain tidak akan tahu keberadaan folder ini. Dan tidak ada batasan jumlah folder yang bisa di Hide (sembunyikan).
Berikut Fitur-fitur Hide Folders
  • Menyembunyikan folder atau data-data penting dengan aman
  • Berjalan di Windows XP dan Vista.
  • Mendukung format file sistem : NTFS, FAT32 dan FAT
  • Folder yang di hidedn tidak bisa di buka/akses dengan uninstall programnya.
  • Jumlah folder yang bisa disembunyikan tidak terbatas.
  • Meski di Safe Mode, folder tetap tersembunyi
  • Bekerja realtif cepat
  • Tampilan sederhana ( dan mudah digunakan)
Sistem yang diperlukan
  • Sistem Operasi : Windows XP, Windows Vista, Windows 2003, mendukung file sistem : NTFS, FAT32 dan FAT
  • Harus mempunyai hak akses Administrator.
  • Tidak disarankan menginstall di komputer yang sudah ada program sejenis ( menggunakan teknik menyembunyikan folder)
Hide Folder harus di install di komputer dan tidak bisa berjalan sebagai aplikasi portable. Tetapi setelah di install kita dapat memindah aplikasi dari folder installasi ( misal C:\Program Files\HFolders) ke tempat terpisah semisal Flashdisk untuk mengakses komputer kita, bukan komputer orang lain. Meskipun demikian, untuk meng-uninstall harus kembalikan ke folder asalnya (asli).
Penggunaan
  1. Buka Hide Folder
  2. Klik “Add Folder” untuk menambahkan folder yang ingin disembunyikan
  3. Setelah itu klik tombol “Hide” untuk menyembunyikan.
  4. Untuk menampilkan folder tertentu tinggal menghlangkan tanda check di folder yang sesuai.
Program tanpa password akan sama saja, oleh karena itu disediakan menu Password untuk membuka /menggunakan aplikasi Hide Folders ini. Dan pastikan untuk mengingat password ini, karena meski di uninstall, folder yang telah disembunyikan tidak akan kembali tampil kembali begitu saja.
Update 11 Februari 2009
Jika suatu ketika lupa password atau program di uninstall dan kita tidak bisa mengakses data yang disembunyikan, maka kita masih bisa membuka atau mengakses folder-folder tersebut melalui bootable CD seperti UBCD4Win, Linux Ubuntu atau melalui Sistem operasi Windows yang lain. Bisa juga hardisk dibuka di komputer lain untuk mengakses folder tersebut. Jadi saya rasa aplikasi ini cukup aman. Informasi Detail HideFolders atau langsung Download Hide Folder ( 1.2 MB)

Maaf ya para pembaca kalau penulis ada salah - salah kata atau ada yang kurang jelas. Selamat mencoba…………………..






By Create : Achmad Fauzie (TKJ 5)


Manfaat Safe Mode Dan Penggunaannya



Bagi sebagian besar kita ( pengguna komputer) mungkin tidak asing lagi dengan istilah Safe Mode. Fitur ini di sediakan di sistem operasi Windows, untuk berbagai tujuan. Misalnya untuk memeriksa atau memperbaiki kerusakan pada sistem windows, menghapus virus, memeriksa kerusakan driver dan lainnya.
Bagaimana mengaktifkan Safe Mode dan apa saja yang dapat dimanfaatkan ketika kita sudah masuk Safe Mode ?
Apa itu Safe Mode ?
Safe mode merupakan opsi pilihan start up windows yang fungsi utamanya menangani jika ada masalah dengan sistem. Windows akan berjalan dengan kondisi minimal, hanya file-file dan driver yang penting saja yang di aktifkan, termasuk juga software-software tambahan sebagian besar tidak diaktifkan. Kemudian ketika sudah masuk safe mode, maka akan tampak tulisan “Safe Mode” di pojok atas windows.
Cara Masuk ke Safe Mode
Salah satu cara yang dapat digunakan di hampir semua sistem windows termasuk windows Vista adalah dengan menekan tombol F8 ketika windows sedang booting ( atau ketika komputer mulai menyala dan tampil informasi Memory / hardware ). Setelah itu akan tampil beberapa menu pilihan booting komputer, seperti berikut :
Beberapa penjelasan dari Advande Options Menu
Selain menu untuk memilih Safe mode, ada berbagai menu lainnya yang bisa dipilih. Berikut beberapa penjelasan menu-menu tersebut :
  • Safe Mode, opsi ini berarti windows akan berjalan hanya menggunakan minimal file dan driver termasuk juga software-softwarenya.
  • Safe Mode with Networking, opsi ini seperti safe mode ditambah dengan driver sehingga kita bisa memanfaatkan Jaringan ( Networking)
  • Safe Mode with Command Prompt, sama seperti safe mode hanya saja program Command Prompt / MS-DOS Prompt ( cmd.exe) akan langsung aktif ( bukannya explorer)
  • Enable Boot Logging, windows akan membuat file Ntbtlog.txt, ketika start up dan informasi start up tersebut akan disimpan di file tersebut. File ini biasanya disimpan di sistem root, misalnya drive C:
  • Enable VGA Mode. Windows akan berjalan dengan tampilan mode minimal misalnya 640×480 atau 800×600. Biasa digunakan untuk memeriksa kerusakan atau error [driver] VGA (tampilan grafik windows).
  • Last Known Good Configuration, menjalankan windows menggunakan informasi registry yang telah disimpan ketika terakhir shutdown. Gunakan jika kita salah mengubah konfigurasi sistem, atau ketika windows gagal masuk ke tampilan utama.
Beberapa manfaat Safe Mode
  • Uninstall software yang sebelumnya menyebabkan komputer hang, error dan sebagainya. Kadang setelah di install program tertentu windows bermasalah, maka jika tidak bisa di uninstall melalui mode biasa gunakan Safe Mode.
  • Menonaktifkan aplikasi atau program tertentu. Untuk memudahkan setelah masuk ke Safe Mode, bisa menggunakan aplikasi Autoruns yang bisa diperoleh gratis dari SysInternals. Teknik ini juga bisa dimanfaatkan untuk memeriksa loading komputer yang lambat. Jika tidak ada Autoruns, bisa mengetikkan MSCONFIG di menu Run, untuk menjalankan Sistem Configuration Utility, jika sudah tampil dipilih melalui tab Startup.
  • Memeriksa permasalahan dengan tampilan grafik windows (VGA). Ketika tampilan windows bermasalah, bisa di cek dengan memilih “Enable VGA Mode”, jika berhasil dan tidak melihat masalah, kemungkinan masalah di driver VGA.
  • Menghapus file/virus yang tidak bisa melalui mode biasa. Sebagian antivirus masih bisa dijalankan di safe mode, dan bisa dicoba scan melalui safe mode. Kadang virus tidak berjalan di safe mode, meski banyak juga yg bisa berjalan/atif meski di Safe Mode.
  • Menjalankan System Restore jika sebelumnya diaktifkan, sehingga kondisi sistem bisa dikembalikan ke keadaan sebelumnya.
  • Menjalankan berbagai fitur dari Control Panel, Administrative tools dan sebagainya.
  • Membuka Registry Editor, baik untuk memeriksa maupun untuk mengedit sebagian isinya.
Safe Mode merupakan fitur standard Windows dan terkadang cukup bermanfaat untuk beberapa masalah seperti diatas, walaupun terkadang seperi virus juga bisa aktif didalam mode ini, sehingga menggunakan safe mode saja tidak cukup.

Maaf ya para pembaca kalau penulis ada salah - salah kata atau ada yang kurang jelas. Selamat mencoba…………………..






By Create : Achmad Fauzie (TKJ 5)

Task Manager Darurat Mengatasi Terjadinya Komputer Hang



Pernahkah mengalami kejadian tiba-tiba komputer hang, tidak ada respond dan kita hanya bisa menggerakkan mouse tanpa bisa menjalankan aplikasi lain ? Bahkan kadang jurus pamungkas “Task Manager” ( Ctrl+Alt+Del ) pun tidak berdaya menghadapi kondisi semacam ini. Sehingga mungkin ujung-ujungnya kita hanya menekan tombol Reset.

Meskipun tombol reset bisa mengatasi, tetapi kadang bisa beresiko kehilangan data, ada fie yang rusak dan sebagainya. Alternatifnya, kita bisa mencoba menggunakan software gratis AntiFreeze.
AntiFreeze mungkin memberikan alternatif terakhir untuk mengatasi kejadian seperti diatas. Kejadian seperti itu bisa disebabkan oleh penggunaan CPU yang berlebihan (hampir 100%) atau penggunaan Memory yang terlalu besar, sehingga kita sama sekali tidak bisa membuka, berpindah atau menutup aplikasi apapun.
Setelah software ini di install, maka untuk mengaktifkan, kita tinggal menggunakan kombinasi tombol keyboard Ctrl+Alt+Win+Home ( Memang kombinasi yang cukup banyak, sampai 4 tombol ). Setelah itu AntiFreeze akan tampil fullscreen (satu layar penuh) dan hampir semua aplikasi lainnya akan di hentikan sementara (sleep) untuk menurunkan penggunaan CPU/Memory.
Ketika AntiFreeze tampil, kita tinggal mematikan process (End Process) aplikasi yang menggunakan CPU sangat besar ( indikasinya terlihat di kolom CPU Time) atau bisa juga penggunaan memory yang berlebihan (Mem Usage). Karena tampilannya menunya mirip Task Manager, seharusnya kita tidak akan kesulitan menggunakan software ini.
Keadaan-keadaan dimana AntiFreeze bisa digunakan, yaitu :
  • Ada satu atau lebih aplikasi yang berjalan sangat intensif, menggunakan hampir seluruh proses CPU, sehingga sistem tidak responsif.
  • ADa satu atau lebih aplikasi yang menggunakan Memory sangat besar (berlebihan) termasuk swaping file, sehingga membebani sistem.
  • Ada Aplikasi yang dijalankan dengan prioritas sangat tinggi, sehingga menggunakan semua proses CPU (processor)
  • Banyak program yang berjalan bersama-sama dan masing-masing ingin mendapatkan “perhatian/jatah” dari Processor.
Meskipun Demikian, terkadang AntiFreeze tidak berhasil atau tidak berjalan untuk kondisi-kondisi tertentu. Misalnya Komputer hang karena masalah hardware, seperti Memory(RAM) yang rusak, bad sector pada Hardisk dan sejenisnya (dan biasanya ditandai dengan Mouse Cursor yang tidak aktif /tidak bisa digerakkann ). Selain itu AntiFreeze juga mungkin tidak akan berhasil jika Aplikasi mempunyai prioritas yang lebih tinggi dari AntiFreeze. Download AntiFreeze (814 KB), Informasi selengkapnya tentang AntiFReeze disini http://www.resplendence.com/antifreeze. 

Maaf ya para pembaca kalau penulis ada salah - salah kata atau ada yang kurang jelas. Selamat mencoba…………………..






By Create : Achmad Fauzie (TKJ 5)
 

Tips Mem - Format Flashdisk Dengan File System NTFS


Sebagian kita mungkin jarang memperhatikan tipe file sistem yang digunakan Flashdisk kita, apakah itu NTFS, FAT32 atau FAT. Untuk mengetahui file sistem yang digunakan, klik kanan Flashdisk di Windows Explorer dan pilih Properties. Di sana terlihat tipe File System yang digunakan.
Tetapi ketika kita akan mencoba mem-format melalui windows Explorer, mungkin disana tidak ada menu NTFS, adanya hanya FAT32 dan FAT. Bagaimana cara mem-format NTFS dan apa bedanya dengan FAT32 dan juga FAT ?


Mengapa NTFS ?
NTFS merupakan format file system Windows terbaru setelah FAT32, dan mempunyai beberapa kelebihan seperti kemampuan menyimpan tambahan informasi mengenai file/folder (metadata), fitur keamanan, kompresi data, struktur yang lebih baik dan lainnya.
Selain itu, tipe NTFS bisa digunakan untuk mem-format ukuran yang lebih besar, Untuk FAT hanya 2 GB, FAT32 8 TB ( 8.000 GB), sedangkan NTFS bisa sampai 16 EB ( 16 juta TB ). Meskipun demikian, tetap saja NTFS ada kekurangannya, seperti tidak terbaca di Win9x dan proses baca tulis ke disk yang lebih sering.
Karena tiap file/folder menyimpan informasi yang lebih banyak (metadata), maka proses baca tulis tiap file/folder akan lebih sering daripada tipe FAT32 atau FAT, sehingga untuk flashdisk, mempengaruhi umur (daya tahan). Mengingat Memory Flashdisk mempunyai batasan baca tulis. ( artikel tentang menjaga flashdisk agar lebih awet bisa dibaca disini : Karakteristik dan Tips menjaga Flashdisk lebih awet )
Mengaktifkan format NTFS di Windows Explorer
Bisa saja kita mem-format USB Flashdisk dengan tipe NTFS dengan bantuan HP USB Format Tools. Tetapi sebenarnya Windows Explorer bisa melakukannya. Untuk mengaktifkannya bisa diikuti langkah berikut
  1. Buka System Properties dengan cara Klik kanan My Computer > Properties (atau dengan tombol Keyboard Win + Break )
  2. Buka tab Hardware kemudian klik tombol Device Manager
  3. Pilih Disk Drive dan pilih Flashdisk yang ingin di format dengan NTFS, klik kanan, pilih Properties.
  4. Setelah terbuka pilih Tab Policies
  5. Pilih Optimize for performance dan klik OK
  6. Setelah itu coba klik kanan Drive flashdisk di windows Explorer dan pilih menu Format, maka disana seharusnya sudah muncul File System NTFS.
Yang perlu diperhatikan adalah ketika opsi ini diaktifkan, setiap mencabut flashdisk harus selalu melalui Safety Remove Hardware. Jika pilihan adalah “Optimize for quick removal” maka sebenarnya flashdisk bisa langsung dilepas, tanpa Safety Remove hardware
Test antara NTFS, FAT32 dan FAT
Saya telah mencoba beberapa perbandingan (terutama proses meng-copy data) dengan tipe yang berbeda-beda, dan hasilnya sebagai berikut :
  • Copy 11 file (ukuran masing-masing sekitar 170 MB) total sekitar 1.8 GB
    NTFS 04:44 ( 4 menit 46 detik )
    FAT32 05:09 ( 5 menit 9 detik)
    FAT 04:46 ( 4 menit 46 detik)
  • Copy 1.297 files (ukuran antara 1 KB sampai 23 KB) dengan total 8,23 MB
    NTFS 29 detik
    FAT32 56 detik
    FAT 58 detik
  • Kapasitas setelah di Format
    NTFS 2.038.044.672 bytes Used space 12.937.216 bytes (12.3 MB)
    FAT32 2.046.959.616 bytes Used space 4.096 bytes (4.00 KB)
    FAT 2.050.686.976 bytes Used Space 0 bytes
Terlihat proses copy data dengan NTFS, relatif lebih cepat, tetapi ukuran setelah di format sedikit lebih kecil karena memang diperlukan space tambahan yang lebih besar untuk informasi file/folder (metadata). Jika flashdisk sering digunakan untuk proses baca tulis dan tidak begitu memerlukan fitur-fitur NTFS, seperti keamanan data, maka memilih tipe FAT32 mungkin akan lebih baik.
Artikel berikutnya insyaAllah akan membahas tentang memanfaatkan tipe NTFS untuk melindungi Flahsdisk dari Virus yang akan membuat, menghapus atau memodifikasi Autorun.inf dengan program sederhana yang saya buat “Super Autorun”.

Maaf ya para pembaca kalau penulis ada salah - salah kata atau ada yang kurang jelas. Selamat mencoba…………………..






By Create : Achmad Fauzie (TKJ 5)

Mempercantik Tampilan Command Prompt



Bagi pengguna Windows, terkadang fasilitas Command Prompt ( DOS Prompt dalam versi 9x) jarang dimanfaatkan. Padahal banyak fasilitas yang cukup bermanfaat yang tidak bisa diakses melalui menu lainnya. Jika kita melihat tampilan default/standard Command Prompt yang dimiliki windows xp, maka terlihat kurang menarik. Terutama bentuk font, warna dan ukurannya yang cukup kecil. Maka agar lebih menarik, sebenarnya dapat kita atur dan sesuaikan. Coba ikuti langkah sebagai berikut :
  1. Buka Command Prompt ( Start > All Programs > Accessories > Command Prompt )
  2. Klik kanan bagian title bar dan pilih Properties. atau juga klik kanan icon-nya di taskbar
  3. Ubah Tampilan, Font, Ukuran atau warna sesuai keinginan. Silahkan pilih Color
  4. Sesuaikan Screen Background, Screen Text dengan warna yang sesuai
  5. Klik OK, maka ada dua pilihan, ditampilkan hanya pada windows yang aktif atau setiap window yang dibuka dari shortcut aplikasi ini
  6. Maka jika memilih pilihan pertama, window Command Prompt akan langsung berubah
  7. Untuk menjadikan warna dan setting tadi menjadi setting default, klik kanan icon-nya dan pilih default, kemudian ubah setting sesuai keinginan dan simpan

Selain itu, ada beberapa setting lain yang dapat kita ubah, agar tampilan menjadi lebih baik.

Berikut contoh tampilan Command Prompt yang sudah disesuaikan :
Beberapa Setting lain yang sebaiknya ubah
  • Tab Options bagian Edit Mode opsi Quick Edit Mode. Aktifkan opsi ini agar kita bisa langsung melakukan seleksi text yang ada di command prompt. Untuk meng copy, bisa di klik icon pojok kiri atas dan pilih menu Edit > Copy ( atau langsung select dan tekan Enter)
  • Di bagian tab Font, agar lebih baik pilih Font “Lucida Console” dan set ukurannya menjadi 14
  • Di Tab Layout. Bagian Screen Buffer Size menentukan berapa maksimal panjang text yang ditampilkan secara horizontal dan Vertikal/menurun. Sesuaikan Width dan Height text yang ingin ditampilkan. Window Size menentukan ukuran window. Tambah nilai Width dan Height agar tampilan window lebih besar
  • Tab Color. Disini dapat disesuaikan tampilan warna font, background window serta PopUp Text dan background (Tampilan text yang di seleksi).
 
Maaf ya para pembaca kalau penulis ada salah - salah kata atau ada yang kurang jelas. Selamat mencoba…………………..






By Create : Achmad Fauzie (TKJ 5)
 

Files Dan Folder Disembunyikan Oleh Virus ????




Beberapa waktu yang lalu saya diminta teman untuk memeriksa flasdisk yang katanya datanya hilang. Setiap membuka  setiap folder maka ia akan kembali ke folder tersebut atau membuka folder lainnya, dan foldernya selalu kosong. Setelah saya scan di komputer dengan AVG Free Edition + update terbaru, akhirnya ditemukan banyak sekali virusnya, dan ternyata virus-virus itu ( seperti kebiasaan virus lokal saat ini ) menduplikasi dirinya dengan icon dan nama folder yang bersangkutan, sehingga ketika membuka folder sebenarnya menjalankan virusnya. Sedangkan folder aslinya di sembunyikan ( hidden ).
Untuk menampilkan folder yang disembunyikan, tidak cukup melalui Folder Options > View > Show hidden files and folders, tetapi harus menghilangkan check di "Hide protected operating system files (Recommended)" dan terkadang menu ini dihilangkan oleh virus, sehingga kita tidak bisa merubahnya.
Setelah folder ditampilkan, icon akan tampak samar-samar yang menunjukkan file/folder di-hidden jika di klik kanan > Properties, maka opsi Hidden tidak akan bisa dirubah ( karena hidden system ). Untuk menampilkannya lagi bisa dilakukan dengan langkah berikut :
  1. Buka Command Prompt ( All Programs > Accessories > Command Prompt )
  2. Cari dimana folder yang di sembunyikan
  3. Ketik perintah ATTRIB *.* -S -H -R /S /D
  4. Untuk mengetahui keterangan mengenai perintah itu ketik ATTRIB /?
Update 01 Agustus 2008
Setelah membuka window Command Prompt, biasanya akan tampil seperti berikut :
C:\Documents and Settings\nama_user
Kemudian ketik saja sebagai berikut
CD..
dan tekan enter. Ulangi lagi sampai tampil drive-nya saja, misalnya
C:\>
Selanjutnya, dicari dimana file/folder tersebut disembunyikan. Jika di drive E:, maka ketik saja perintah berikut :
C:\>E: kemudian tekan enter, sehingga akan tampil E:\>
Setelah itu ketik perintah seperti diatas ATTRIB *.* -S -H -R /S /D , yang berarti semua file dan folder di drive E: yang disembunyikan akan ditampilkan. Jika hanya folder tertentu, misalnya di folder D:\Data\Skripsi. Maka langkahnya sebagai berikut :
  1. Ubah lokasi Command prompt ke drive D, dengan mengetikkan perintah D:
  2. Untuk menuju lokasi D:\Data\Skripsi, maka ketikkan perintah sebagai berikut :
    CD Data\Skripsi
  3. Kemudian baru ditulis perintah ATTRIB *.* -S -H -R /S /D 

Maaf ya para pembaca kalau penulis ada salah - salah kata atau ada yang kurang jelas. Selamat mencoba…………………..





By Create : Achmad Fauzie (TKJ 5)
 

Mencegah Virus Menular Melalui Flashdisk


Dengan penggunaan flashdisk yang sudah umum dimana-mana, menjadi salah satu sebab menjamurnya virus, terutama virus lokal. Ini terlihat sejak masa jayanya virus brontok. Sampai saat ini, saya sering sekali melihat hampir setiap komputer/laptop teman-teman di perkantoran terkena virus, yang terkadang mereka tidak menyadari. Selain Antivirus yang seharusnya senantiasa diupdate minimal seminggu sekali, sebenarnya ada tips yang sangat bermanfaat untuk mencegah menularnya virus dari media seperti flashdisk tanpa kita sadari. Berikut langkah-langkahnya :
  1. Buka Registry Editor, dengan cara klik Start Menu > Run dan ketik regedit dan klik OK
  2. Cari Lokasi :
    KEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
  3. Buat key baru ( Klik kanan > New > DWORD Value ) beri nama : NoDriveAutoRun
  4. Double klik untuk mengisi nilai ( data ). Pilih Base : Decimal dan isikan Value data dengan nilai 67108863
  5. Jika diperlukan, dapat juga menambahkan nilai yang sama di
    HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
  6. Restart Komputer
Dengan penambahan setting ini, maka ketika kita memasang flashdisk, windows tidak akan otomatis menjalankan program autorun yang ada di flashdisk. Untuk lebih jelasnya, artikel ini dapat dicari/dibaca di tutorial Windows Registry Guides. Download.

Maaf ya para pembaca kalau penulis ada salah - salah kata atau ada yang kurang jelas. Selamat mencoba…………………..






By Create : Achmad Fauzie (TKJ 5)